Categories
News

Menahan Optimisme Yang Berlebihan Bag3

Surplus perdagangan luar negeri menurun. Impor yang didominasi bahan makanan ketimbang barang baku dan mesin mencerminkan masih lesunya ekonomi kita. Walau begitu, pertumbuhan ekonomi tahunan pada kuartal kedua 2016 membaik ke angka 5,18 persen. Para analis memproyeksikan pertumbuhan tahun ini mencapai 5,0-5,3 persen. In?asi Juli di level 3,21 persen dan rupiah yang relatif stabil semestinya memberi ruang bagi penurunan BI Rate.

Tapi nyatanya bank sentral memutuskan bunga acuan tetap di tingkat 6,5 persen. Dalam seminar yang dihadiri para petinggi bank sentral, baru-baru ini, ada diskusi tentang efektivitas penurunan suku bunga untuk memulihkan pertumbuhan ekonomi dan perbedaan dampaknya bagi negara maju dibanding negara berkembang. Setelah krisis 2008, bank-bank sentral di negara maju serentak menurunkan suku bunga mereka. Maksudnya agar ada arus dana keluar, sehingga mata uangnya melemah dan selanjutnya meningkatkan ekspor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *