Categories
Parenting

Memahami Prosedur dan Tahapan Persalinan Sesar Bag2

Menderita tumor otak atau kelainan pada otak, sehingga bila mengejan dapat menyebabkan kenaikan tekanan dalam kepala (cranium). ‘ Indikasi pada janin: U Ukuran bayi besar, yakni di atas 4.000 g. U Disproporsi kepala panggul (kepala janin lebih besar daripada rongga panggul).

Baca juga : Kerja di Jerman

Terdapat kelainan letak sungsang presentasi kaki atau kaki di bawah, sungsang kaki satu, atau letak melintang). U Terdapat perlekatan plasenta di bawah (plasenta previa) sehingga menutup jalan lahir. U Terjadi penumpukan cairan pada otak bayi atau disebut juga hidrosefalus. U Terjadi kondisi gawat janin (fetal distress). U Terjadi malpresentasi yang menyebabkan kemacetan pada proses persalinan. Malpresentasi adalah ketika bagian bawah kepala bayi (dahi, wajah, dagu, puncak kepala) terlihat lebih dahulu. Normalnya, yang muncul lebih awal adalah bagian belakang kepala. U Tali pusat menumbung atau keluar dari jalan lahir padahal janin belum dilahirkan. ‘ TAHAPAN

Prosedur sesar yang terencana akan melalui tahapan sebagai berikut: 1. Dokter memberikan penjelasan menge nai indikasi operasi, meminta izin tertulis dari pihak pasien, dan menjelaskan prosedur operasi berikut efek sampingnya. 2. Dokter akan meminta Mama berpuasa minimal enam jam sebelum operasi. 3. Dokter akan melakukan prosedur anestesi, umumnya regional atau pembiusan terlokalisir di area perut bagian bawah dengan memasukkan obat anestesi melalui tulang belakang (punggung). Mama akan diminta menekuk semaksimal mungkin.

Pemasangan kateter urine. 5. Menyiapkan “lapangan” operasi, yaitu bagian bawah Mama dibersihkan dengan zat antiseptik, kemudian dilumuri povidone iodine. 6. Lapangan operasi ditutup menggunakan kain steril. Kain di bagian perut yang akan diiris (insisi) dibuka sedikit. 7. Dokter melakukan insisi pfannenstiel atau transversal, yakni pengirisan dari arah kiri ke kanan. 8. Bayi dikeluarkan, tali pusat dipotong. 9. Bila bayi sehat, selanjutnya dilakukan proses inisiasi menyusui dini (IMD). 10. Selesai operasi, bayi dihangatkan di ruang bayi, tidak disarankan untuk dimandikan. 11. Bila tidak ada komplikasi pascaoperasi, Mama diperbolehkan untuk segera makan dan minum di ruang pemulihan. Jika setelah enam jam tidak terdapat komplikasi lebih lanjut, Mama akan dipindah ke kamar perawatan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *