Categories
Parenting

Hamil Di Luar Kandungan, Kok Bisa Sih Bag2

Deteksi Dini

Sayangnya, tak ada tandatanda khusus seorang mama me ngalami kehamilan di luar kandungan. Di permulaan kehamilan, tanda-tanda yang diperlihatkan sama dengan kehamilan normal pada umumnya. Seperti: morning sickness, terlambat menstruasi, dan pada tes kehamilan juga menunjukkan tanda positif. Karena tanda-tanda yang begitu mirip inilah, banyak mamil yang tidak menyadarinya. Karena tanda-tanda kehamilan ektopik sama de ngan kehamilan normal, maka kehamilan ektopik sulit dideteksi hanya dengan pemeriksaan luar.

Baca juga : kursus bahasa Jerman di Jakarta

Untuk itu dibutuhkan pemeriksaan melalui USG (ultrasonografi ), dari sini bisa terlihat apakah ada yang berbeda di saluran telur, apakah ada pendarahan dan janin ada di luar rahim. Disamping itu, deteksi kehamilan ektopik juga dapat dilakukan dengan pengukuran kadar hormon kehamilan hCG (Human Chorionic Gonadotropin). Mama yang mengalami kehamilan ektopik, kadar hCGnya tidak mengalami peningkatan. Cara lainnya dengan laparoskopi atau pembedahan dengan sa yatan kecil di bagian bawah perut untuk pemeriksaan bagian dalam.

Embrio Diangkat

Karena kehamilan ektopik sangat berisiko terhadap keselamatan Mama, umumnya dokter akan mengambil keputusan untuk membatalkannya melalui operasi guna mengangkat embrio, sebagian atau keseluruhan saluran telur yang pecah, dan dibersihkan hingga tak ada jaringan yang tertinggal. Jika hanya salah satu saluran telur yang diangkat, Mama masih memiliki kemungkinan untuk hamil kembali dan melahirkan normal. Sangat penting untuk mengonsultasikannya kepada dokter atau bidan apabila Mama memutuskan untuk hamil kembali.

Lakukan konsultasi sebelum dan selama kehamilan untuk menghindari kejadian yang sama terulang lagi dan menjaga kehamilan tetap berlangsung dengan baik sampai masa persalinan nanti. Tapi jika kehamilan ektopik ini telah membuat kedua saluran telur diangkat, tentu Mama tak bisa hamil kembali atau menjadi infertil. Pada kondisi ini, Mama sangat membutuhkan dukungan Papa, saudara, keluarga, ataupun teman dekat agar dapat pulih dan bisa melewati kesedihan karena ke hilangan janin atau saluran telurnya. Di masa-masa yang sangat berat ini, sebaiknya Mama tidak memendam kesedihan sendiri. Kehadiran Papa, terutama, sangat dibutuhkan untuk menguatkan mental Mama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *